15 Apr 2016

Layanan TI untuk Manajemen Hubungan Bisnis, Keuangan, Kontinuitas, Keamanan dan Akses

Business Relationship Management

Ruang Lingkup
Manajemen hubungan bisnis terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan perilaku (atau kompetensi) yang membina hubungan yang produktif antara organisasi jasa (misalnya Sumber Daya Manusia , teknologi informasi , departemen keuangan, atau penyedia eksternal) dan mitra bisnis mereka.
BRM berbeda dari manajemen hubungan perusahaan dan manajemen hubungan pelanggan meskipun hal itu berkaitan. Ini adalah ruang lingkup yang lebih besar daripada penghubung yang sejalan kepentingan bisnis dengan TI Penyerahan
Ruang lingkup manajemen hubungan bisnis berfokus pada penyelarasan pelanggan tujuan dengan kegiatan penyedia layanan TI , yaitu, semua interaksi bahwa penyedia layanan memiliki dengan pelanggan .

Maksud dan Tujuan
Manajemen hubungan bisnis (BRM) adalah pendekatan formal untuk pemahaman, mendefinisikan, dan mendukung kegiatan antar-usaha yang terkait dengan jaringan bisnis .
Tujuan dari manajemen hubungan bisnis adalah untuk memahami kebutuhan pelanggan bisnis dan untuk memberikan layanan yang memenuhi kebutuhan tersebut .

Prinsip Umum Business Relationship Management
- Pengukuran dan analisis
Tujuan BRM mengharuskan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dapat diidentifikasi dan diukur. Mengingat model, seseorang harus mampu mengidentifikasi hubungan bisnis yang mereka terlibat dalam, dan mengukur mereka dalam hal seperti kuantitas atau durasi. Hal yang sama berlaku untuk setiap aspek BRM, seperti jenis, peran, atau prinsip. Setiap hubungan bisnis memiliki tujuan yang memerlukan partisipasi dari peran ganda untuk mencapai. Tujuan dari hubungan bisnis yang diberikan adalah diskrit dan terukur.

- Reputasi dan kepercayaan
Model BRM harus berusaha untuk model dan mengukur reputasi dan kepercayaan. Setiap hubungan, dan setiap interaksi di dalamnya, memberikan kontribusi untuk reputasi. Reputasi meringankan risiko dan mengurangi gesekan dalam proses bisnis. Kepedulian untuk reputasi incentivizes perilaku yang baik. Tidak adanya kepercayaan akan menyebabkan hubungan bisnis untuk gagal. Kepercayaan meningkatkan efisiensi dan memungkinkan resolusi konflik. Hubungan antara kepercayaan sebagai konsep inti tradisional dan dalam bentuk yang muncul 'radikal' sebagai komponen dari komunitas online harus dijelaskan.

- Governance
Model BRM perlu memperhitungkan dan menyelaraskan dengan model tata kelola perusahaan , termasuk etika bisnis , kendala hukum, dan norma-norma sosial yang berlaku untuk hubungan bisnis.

- Batas
Model BRM harus menentukan batas-batas hubungan bisnis dalam kontinum yang lebih besar dari hubungan interpersonal. Selain isu-isu pemerintahan, model harus memeriksa jika ada tingkat optimal dari hubungan pribadi, dan apakah mereka berbeda berdasarkan jenis, peran, atau atribut lainnya. model harus membantu menentukan batas-batas yang mengoptimalkan efektivitas sementara mendukung tata kelola yang baik.

- Pertukaran dan timbal balik
Model BRM pertukaran dan timbal balik harus memperluas dimensi tradisional untuk akun untuk tidak hanya pertukaran keuangan, tetapi juga pertukaran waktu, uang, pengetahuan, dan reputasi. Ini adalah fitur kunci dari hubungan bisnis.

Peran
Sebagai peran organisasi, BRM peran organisasi adalah hubungan antara penyedia layanan dan bisnis. Peran bertindak sebagai penghubung, orkestra, dan navigator antara penyedia layanan dan satu atau unit bisnis yang lebih.

Hubungan dengan proses manajemen layanan lainnya


Bisnis Relationship Management telah diperkenalkan sebagai proses baru dalam ITIL 2011. Survei kepuasan terbaru tempat bimbingan pelanggan dan pengelolaan pengaduan dalam Bisnis Relationship Management. Akibatnya, proses yang sesuai telah dipindahkan dari terus menerus Peningkatan Pelayanan untuk Bisnis Relationship Management. Gambaran proses ITIL Bisnis Relationship Management menunjukkan antarmuka yang paling penting.


Manajemen Keuangan Untuk Layanan TI 

Ruang Lingkup
Ruang lingkup Keuangan Untuk Layanan TI sesungguhnya hanya mencakup tiga hal utama yaitu tentang keputusan keuangan, keputusan investasi dan kebijakan deviden.

- Keputusan Keuangan, dilakukan untuk mencari dana. Keputusan itu tercermin pada sisi yang mengungkapkan seberapa besar proporsi utang dan ekuitas suatu perusahaan.
Contohnya : Keputusan Keuangan adalah menentukan berapa banyak obligasi (utang jangka panjang) yang harus ditambah dan berpapa banyak saham biasa yang perlu diterbitkan.

- Keputusan Investasi, Segala keputusan manajerial yang dilakukan untuk menghasilkan dana berbagai macam aktiva. Boleh juga dikatakan bahwa keputusan investasi adalah keputusan bisnis, dan itu diluar keputusan keuangan.

- Kebijakan devide, Yaitu seluruh kebijakan yang dilakukan untuk menetapkan seberapa besar laba bersih yang dibagikan kepada para pemegang saham dan berapa besar laba bersih yang tetap ditahan untuk cadangan investasi tahunan, kebijakan itu akan tercermin dari besarnya perbandingan laba bersih.
Contoh : kebijakan deviden adalah menetapkan apakah presentase pembagian deviden saat ini perlu ditingkatkan atau tetap dipertahankan sebagaimana pada tahun sebelumnya.

Maksud dan Tujuan
Tujuan dari Manajemen Keuangan Jasa IT (ITFM) adalah untuk mengoptimalkan biaya IT Services saat mengambil menjadi kualitas akun dan faktor risiko. Saldo analisis biaya terhadap kualitas dan risiko untuk membuat cerdas, strategi optimalisasi biaya berdasarkan metrik-. Balancing diperlukan karena biaya pemotongan mungkin tidak menjadi strategi terbaik untuk memberikan output konsumen yang optimal.
ITFM adalah disiplin berdasarkan prinsip keuangan dan akuntansi standar, tapi alamat prinsip-prinsip tertentu yang berlaku untuk layanan TI, seperti manajemen aset tetap, manajemen modal, audit, dan penyusutan.


Layanan Teknologi Informasi Manajemen Kontinuitas 

Ruang Lingkup
Bertujuan untuk memberikan pengenalan untuk membangun proses Business Continuity Management dalam sebuah organisasi dalam rangka untuk mengurangi teknologi dan kontinuitas informasi risiko yang teridentifikasi sebagai bagian dari Manajemen Risiko. Manajemen kontinuitas dan ketersediaan layanan berguna untuk memastikan bahwa layanan akan tetap berjalan semestinya dalam segala keadaan. Ada atau tidaknya manajemen kontinuitas dan ketersediaan layanan akan berdampak pada penyampaian layanan kepada pelanggan.

Maksud & Tujuan
Layanan Continuity Management (ITSCM) IT bertujuan untuk mengelola risiko yang serius dapat mempengaruhi layanan TI. ITSCM memastikan bahwa penyedia layanan TI selalu dapat memberikan minimum setuju Layanan Levels, dengan mengurangi resiko dari kejadian bencana untuk tingkat yang dapat diterima dan perencanaan untuk pemulihan layanan TI. ITSCM harus dirancang untuk mendukung Business Continuity Management.


Manajemen keamanan Informasi dan Manajemen Akses

Kebijakan Keamanan Informasi
Tujuan kebijakan keamanan informasi adalah untuk memberikan arahan dan dukungan manajemen keamanan informasi. Manajemen harus menetapkan arah kebijakan yang jelas dan menunjukkan dukungan, serta komitmen terhadap keamanan informasi melalui peerapan dan pemeliharaan suatu kebijakan keamanan informasi di seluruh tatanan organisasi.

Kebijakan Keamanan Informasi meliputi :
Kontrol yang seharusnya dipenuhi adalah dokumen kebijakan keamanan informasi harus disetujui oleh manajemen, dipublikasikan dan disosialisasikan dengan baik kepada seluruh pegawai. Di dalam dokumen kebijakan tersebut harus ada pernyataan komitmen manajemen dan pendekatan organisasi dalam mengelola keamanan informasi. Definisi keamanan informasi, sasaran umum dan cakuoan, serta pentingnya keamanan sebagai mekanisme untuk berbagi informasi
Pernyataan komitmen manajemen, dukungan terhadap tujuan, dan prinsip, persyaratan standard kesesuaian sebagai bagian penting untuk organisasi, seperti berikut.
a.    Kesesuaian persyaratan legalitas dan kontraktual
b.    Kebutuhan pendidikan keamanan
c.    Pencegahan dan deteksi terhadap virus dan piranti lunak berbahaya lain
d.    Manajemen kelangsungan bisnis
e.    Konsekuensi atas pelanggaran kebijakan keamanan
f.    Definisi tanggungjawab umum dan khusu untuk manajemen keamanan informasi, termasuk melaporkan insiden keamanan
g.    Rujukan untuk dokumentasi yang mendukung kebijakan, seperti detil kebijakan keamanan dan prosedur untuk system informasi tertentu atau aturan keamanan yang harus dipatuhi pengguna.

Sistem manajemen Keamanan Informasi
ISMS (information security management system) atau sistem manajemen keamanan informasi adalah istilah yang muncul terutama dari ISO/IEC 27002 yang merujuk pada suatu sistem manajemen yang berhubungan dengan keamanan informasi. Konsep utama ISMS untuk suatu organisasi adalah untuk merancang, menerapkan, dan memelihara suatu rangkaian terpadu proses dan sistem untuk secara efektif mengelola keamanan informasi dan menjamin kerahasiaan, integritas, serta ketersediaan aset-aset informasi serta meminimalkan risiko keamanan informasi.
Standar ISMS yang paling terkenal adalah ISO/IEC 27001 dan ISO/IEC 27002 serta standar-standar terkait yang diterbitkan bersama oleh ISO dan IEC. Information Security Forum juga menerbitkan suatu ISMS lain yang disebut Standard of Good Practice (SOGP) yang lebih berdasarkan praktik dari pengalaman mereka. Kerangka manajemen teknologi informasi (TI) lain seperti COBIT dan ITIL juga menyentuh masalah-masalah keamanan walaupun lebih terarah pada kerangka tata kelola TI secara umum.
Information Security Management Maturity Model (dikenal dengan ISM-cubed atau ISM3) adalah suatu bentuk lain dari ISMS yang disusun berdasarkan standar-standar lain seperti ISO 20000, ISO 9001, CMM, ISO/IEC 27001, serta konsep-konsep umum tata kelola dan keamanan informasi. ISM3 dapat digunakan sebagai dasar bagi ISMS yang sesuai dengan ISO 9001. ISM3 berbasis pada proses dan mencakup metrik proses sedangkan ISO/IEC 27001 berbasis pada kontrol.

Fasilitas Manajemen - Kontrol Akses Fisik
Fasilitas Manajemen keamanan informasi adalah Aktivitas untuk menjaga agar sumberdaya informasi tetap aman . Manajemen keamanan informasi terdiri atas empat tahap, yaitu:
1.    Mengidentifikasi ancaman yang dapat menyerang sumber informasi perusahaan.
2.    Mendefinisikan resiko yang disebabkan oleh ancaman.
3.    Menentukan kebijakan keamanan informasi.
4.    Mengimplementasikan pengendalian untuk mengatasi resiko resiko tersebut
Akses kontrol secara fisik biasanya diberikan pada petugas khusus seperti penjaga keamanan. Umumnya ada pagar atau pintu untuk menghindari akses kontrol fisik dari pihak yang tidak berkepentingan. Kontrol akses secara fisik dapat dicapai oleh manusia melalui cara mekanis seperti kunci atau melalui sarana teknologi yang disebut sistem akses kontrol. Hak akses hanya bagi yang berkepentingan ini sangat berguna untuk melindungi aset properti bila didukung dengan kamera CCTV.

17 Mar 2016

Manajemen Layanan, Strategi Layanan, dan Design Layanan Sistem Informasi

 SECTION 1

Manajemen layanan Sistem Informasi
Manajemen layanan Sistem Informasi atau IT Service Management (ITSM) Mengacu pada pelaksanaan dan pengelolaan kualitas layanan TI yang memenuhi kebutuhan bisnis. Layanan manajemen TI dilakukan oleh penyedia layanan TI melalui kombinasi yang tepat dari teknologi, manusia, proses dan informasi .
ITSM sangat penting untuk perusahaan karena umumnya menangani masalah operasional manajemen teknologi informasi (kadang disebut operations architecture, arsitektur operasi) dan bukan pada pengembangan teknologinya sendiri. Layanan TI juga bertindak sebagai agen perubahan untuk memfasilitasi transformasi bisnis.
Manajemen Layanan Sistem Informasi dapat membantu penyedia lyanan untuk memberikan dan mengelola layanan ini. Dalam hal ini, ITSM dapat dianggap atau dianalogikan sebagai perencanaan sumber daya perusahaan/Enterprise Resource Planning(ERP) untuk IT – meskipun akar sejarah dalam operasi TI membatasi penerapannya di seluruh kegiatan besar TI lainnya, seperti IT manajemen portofolio dan rekayasa perangkat lunak.

ITIL (Information Technology Infrastructure Library)
- Pengertian ITIL
ITIL adalah suatu rangkaian konsep dan teknik pengelolaan  infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi. ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan TI.

- Komponen-komponen ITIL
A.    Service Support
Service support membahas tentang proses dan komponen dalam operasional IT sehari-hari, seperti Incident Management, Problem Management, Change Management, Configuration Management dan Release Management. Pada dasarnya service support menjelaskan proses support dari IT dan bagaimana cara menangani suatu incident sebelum akhirnya masuk ke dalam problem management. komponen dari proses pada IT service management mempunyai peran masing-masing yaitu:
1.    Service desk sebagai single point of contact
2.    Release Management dalam melakukan testing suatu teknologi baru sebelum diimplementasi
3.    Build knowledge based untuk membantu mempercepat penyelesaian suatu incident

B.    Service Delivery
Komponen-komponen dari Service Delivery adalah Financial Management for IT Services, Availability Management, Capacitiy Management, IT Service Continuity Management, Service Level Management. Service Delivery ini merupakan tactical proses artinya untuk mendukung bisnis dari sisi IT Service Management dalam jangka panjang bukan untuk operasional yang dilakukan setiap hari.

 - Tujuan ITIL
Tujuan Information Technology Infrastructure Library (ITIL) adalah untuk menyediakan petunjuk untuk praktek terbaik dalam manajemen layanan teknologi informasi. Ini mencakup pilihan yang dapat diapdopsi dan diadaptasi oleh organisasi berdasarkan kebutuhan bisnisnya, keadaan, dan kedewasaan dari penyedia layanan.




SECTION 2

Strategi Layanan Sistem Informasi
Di dalam bisnis, strategi adalah suatu rancangan untuk membantu suatu organisasi mengalahkan pesaing nya dan strategi bisnis dapat menciptakan peluang baru. Meskipun banyak system informasi di bangun untuk memecahkan masalah, banyak juga yang lain dibangun untuk meraih peluang. Sistem informasi yang membantu meraih peluang disebut Strategi Sistem Informasi. Strategi ini dapat dikembangkan sejak awal mula, atau dapat dikembangkan dari strategi system informasi yang telah ada pada organisasi. Strategi sistem informasi dapat memperoleh pelanggan sebanyak-banyaknya dengan memberikan pelayanan sesuai keinginan pelanggan. Teknologi Informasi berperan penting dalam kontribusinya pada strategi bisnis

Resiko dari Layanan Sistem Informasi
Resikonya adalah ketika ada permintaan dan ditangani kurang baik oleh si pengelola maka akan menjadi sumber resiko bagi penyedia layanan. Hal untuk memperkecil kemungkinan resiko itu terjadi bisa dilakukan dengan memberikan pengetahuan tentang produk yang sedang tersedia maupun yang sedang habis.

Contoh Penyedia Layanan SI/TI
Salah satu Penyedia Layanan TI adalah layanan cloud computing di Indonesia yang bisa memberikan solusi tepat untuk kemajuan bisnis. Perusahaan-perusahaan tersebut memberikan kemudahan bagi siapa saja yang ingin menjalankan bisnis lebih mudah dan melakukan penghematan biaya operasonal terutama biaya TI. Layanan yang diberikan oleh perusahaan tersebut bisa Anda pilih sesuai kebutuhan perusahaan. Sama halnya dengan layanan lainnya, cloud computing juga memiliki berbagai pilihan layanan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan klien. “Zaman sekarang dituntut serba cepat, siapa cepat dia dapat”.Cloud computing memanfaatkan internet dengan jangkauan luas dan cepat untuk membantu Anda menyediakan dan menyimpan data dengan mudah melalui jaringan internet.

Empat Strategi
- Perspektif: Visi untuk menentukan arah dan tujuan dalam bertahan dalam pasar dunia.
- Position: Memanfaatkan keunikan posisi sebagai dasar untuk berkompetisi.
- Plan: Rencana bagaimana provider layanan akan meraih visinya
- Pattern: Pola dasar yang dilakukan berulang dalam pengambilan keputusan yang biasanya berdasarkan tema pokoknya.

Manajemen Layanan Sebagai Aset Strategis
Penggunaan ITIL dapat mengubah kemampuan manajemen layanan menjadi aset strategis, dengan menggunakan Manajemen Layanan untuk memberikan dasar bagi kompetensi inti, kinerja khusus dan keuntungan tahan lama, serta meningkatkan potensi penyedia layanan dari:
-    Kapabilitas: kemampuan penyedia layanan (dalam hal manajemen, organisasi proses, pengetahuan dan orang‐orang) untuk mengkoordinasikan, mengendalikan dan menyebarkan sumber daya
-    Sumber daya: masukan langsung untuk memproduksi layanan, misalnya keuangan, modal, infrastruktur, aplikasi, informasi dan orang‐orang.
Selain itu Manajemen Layanan nantinya atau bahkan sudah menggunakan proses otomatisasi yang menjadi bagian dari asset strategis untuk menghemat sumber daya manusia. Proses penggunaan peralatan otomatis yang memiliki sistem kerja sistematis. Otomatisasi akan berdampak pada pengurangan penggunaan tenaga manusia, yang tentu saja akan menimbulkan masalah tersendiri dikemudian harinya.


SECTION 3

Design Layanan
Desain Layanan merupakan elemen penting dalam proses perubahan bisnis. Peran Desain Layanan dalam proses perubahan bisnis dapat didefinisikan sebagai Desain yang tepat dan inovatif layanan TI, termasuk arsitekturnya, proses, kebijakan dan dokumentasi, untuk memenuhi kebutuhan sekarang dan masa depan bisnis yang telah disepakati.

Aspek Utama dari design layanan antara lain :
-    Solusi layanan baru atau perubahan.
-    Sistem manajemen layanan dan perangkatnya, khususnya Portfolio Layanan.
-    Arsitektur teknologi dan sistem manajemen.
-    Proses, peran dan kemampuan.
-    Metode pengukuran dan satuan.

Tujuan dan Sasaran Desain Layanan
1.    Desain layanan untuk mempertemukan manfaat bisnis yang telah disetujui.
2.    Desain proses untuk menunjang sikus hidup layanan.
3.    Mengidentifikasi dan mengelola resiko.
4.    Desain keamanan dan kerentanan infrastuktur TI, lingkungan layanan, arsitektur, kerangka kerja, dan dokumen untuk menunjang desain dari kuaitas solusi TI.
5.    Membangun keahlian dan kemampuan dalam TI.
6.    Berkontribusi terhadap keseluruhan peningkatan kualitas layanan TI.

Paket Desain Layanan (SDP)
Mendefinisikan seluruh aspek dalam layanan TI dan keseluruhan persyaratan dari setiap tingkatan dalam siklus hidup layanan. SDP dihasilkan untuk setiap layanan TI baru, perubahan mayor, atau layanan TI yang dikeluarkan.

11 Mar 2016

Robot Manusia (Humanoid)

Robot adalah sebuah alat mekanik yang dapat melakukan tugas fisik, baik menggunakan pengawasan dan kontrol manusia, ataupun menggunakan program . Istilah robot berawal bahasa Cheko “robota” yang berarti pekerja atau kuli yang tidak mengenal lelah atau bosan. Robot biasanya digunakan untuk tugas yang berat, berbahaya, pekerjaan yang berulang dan kotor. Biasanya kebanyakan robot industri digunakan dalam bidang produksi. Penggunaan robot lainnya termasuk untuk pembersihan limbah beracun, penjelajahan bawah air dan luar angkasa, pertambangan, pekerjaan SAR (search and rescue).
Robot humanoid adalah robot yang penampilan keseluruhannya dibentuk berdasarkan tubuh manusia, mampu melakukan interaksi dengan peralatan maupun lingkungan yang dibuat-untuk-manusia. Secara umum robot humanoid memiliki tubuh dengan kepala, dua buah lengan dan dua kaki, meskipun ada pula beberapa bentuk robot humanoid yang hanya berupa sebagian dari tubuh manusia, misalnya dari pinggang ke atas. Beberapa robot humanoid juga memiliki wajah, lengkap dengan mata dan mulut .
Humanoid termasuk kategori robot dengan applikasi teknologi masa depan, karena robot ini tidak hanya dilengkapi dengan sensor tetapi juga program-program lainnya. Di antaranya program voice sanitizer atau yang sering juga disebut dengan vocaloid.
Perkembangan robot humanoid bisa dibilang cepat, teknologi yang dipergunakan juga semakin hari semakin canggih. Robot humanoid pertama yang menggunakan teknologi masa depan adalah robot ASHIMO, yang perkembangannya terus diperbarui setiap tahunnya. ASHIMO merupakan robot humanoid pertama yang memiliki kemampuan berjalan yang diperkenalkan oleh honda pada 2000. Tipe robot humanoid berikutnya adalah tipe HRP-4C dan Actroid. HRP-4c dibuat menyerupai robot wanita yang dilengkapi dengan wajah dan juga suara. Tidak hanya itu perkembangan terbaru dari HRP-4C memungkinkan robot untuk menirukan ekspressi manusia ketika sedang berbicara ataupun bernyanyi. Actroid merupakan robot tipe android yang juga menyerupai bentuk fisik manusia dengan tingkat visualisasi yang hampir sama dengan manusia.

Contoh Robot Manusia :

1.    ASIMO





ASIMO, para penggiat robotika mana yang belum pernah mendengar dan tahu akan robot humanoid (robot manusia) terpintar di dunia buatan Honda ini. Dengan ciri-ciri yang mudah sekali dikenali yaitu robot setinggi 130 cm dan berat 54 kg, berbentuk menyerupai seorang astronot yang membawa tas ransel. Asimo bisa berjalan dengan kedua kakinya layaknya seorang manusia hingga kecepatan 6 km/jam. Asimo diciptakan di Pusat Penelitian dan pengembangan Honda di jepang yaitu Pusat Penelitian Teknik Fundamental Wako. Versi asimo yang sekarang merupakan versi yang ke 11 sejak awal dimulainya proyek ASIMO ini yaitu pada tahun 1986.

2.    Otonaroid dan Kodomoroid



Otonaroid (gabungan kata dari “orang dewasa” dalam bahasa Jepang dan “android”) dan Kodomoroid (gabungan kata “anak-anak” dalam bahasa Jepang dan “android”) menyerupai seorang gadis kecil. Robot ini bisa membaca berita dan tweet dalam berbagai macam bahasa. Kedua robot ini sangat mirip dengan manusia ditambah lagi Kedua robot ini bisa berkedip, mengangguk, dan memiliki berbagai macam ekspresi wajah. Sayangnya, kedua robot ini tidak bisa berjalan.

3.    Kirobo



Dibuat berkat kerja sama antara University of Tokyo, Toyota, Robo Garage, dan agen periklanan Dentsu, Kirobo adalah robot juru bicara berukuran mungil untuk Japan’s Aerospace Exploration Agency (JAXA). Robot manusia berukuran 34cm yang tampak seperti robot di komik-komik Jepang ini menjadi robot pertama yang melakukan percakapan di luar angkasa. Agustus lalu, Kirobo terbang ke International Space Station untuk melakukan percakapan di luar angkasa dengan astronot JAXA Koichi Wakata. Kirobo bisa membedakan suara dan melakukan percakapan dasar dalam waktu lama.

4.    Chapit



Jauh sebelum Pepper, perusahaan Jepang Raytron sudah menawarkan robot otomisasi rumah yang bisa melakukan percakapan sederhana bernama Chapit. Diluncurkan tahun 2007, Chapit memungkinkan penggunanya mengendalikan perangkat seperti TV dan AC melalui perintah suara. Robot ini sudah dilengkapi dengan sedikit kosakata sejumlah 100 kata, tapi bisa mempelajari sampai 10.000 kata. Tampak lebih mirip dengan monyet yang lucu daripada manusia, Chapit juga bisa mengenali apakah lawan bicaranya adalah laki-laki, perempuan, atau anak-anak.

5.    Robokind Milo



Robot ini dirancang untuk anak-anak penderita autis atau anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus lainnya. Robokind Milo ini dapat menunjukan ekspresi ketakutan, bahagia, ataupun kesedihan. Motor penggerak pada wajah didesain dengan bahan seperti kulit sehingga tidak tampak kaku dalam mengespresikan wajah robot tersebut.
Robot ini juga mampu merespon dan menganalisis keluhan anak-anak dengan cara menganalisis pola wajah yang diberikan. Milo dengan tingginya 22 inchi dan memiliki 22 gerakan yang berbeda termasuk menggelengkan kepala atau mengangkat lengan yang menunjukan ekpresi kegembiraan.

7 Mar 2016

Potensi Pemasaran Dimensi

Bayangkan Anda berjalan masuk ke sebuah toko dan mereka sudah mengetahui apa yang sedang Anda cari, dari pakaian hingga makanan. Tetapi, banyak orang melihatnya sebagai sesuatu yang sesuai. Aturan baru ditulis untuk menjangkau konsumen yang terkoneksi secara digital.
Memasarkan pada individu-individu dan jaringan sosial. Pastinya, pemasaran sendiri telah menggeser pesan broadcast atau siaran menjadi sebuah percakapan pribadi, dan saat ini telah bergeser lagi menjadi kemampuan untuk memprediksi dan merespon permintaan individu.
Dalam konteks penyusunan strategi, pemasaran memiliki dua dimensi, yaitu Dimensi saat ini dan Dimensi yang akan datang

Dimensi saat ini berkaitan dengan hubungan yang telah ada antara perusahaan dengan lingkungannya. Sedangkan Dimensi masa yang akan datang mencakup hubungan dimasa yang akan datang yang diharapkan terjalin dengan program tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Strategi pemasaran adalah rencana pemasaran untuk menentukan pasar dan konsep bauran pemasaran. E.Jerome McCarthy dan StanlYJ.Saphiro mendefenisikan strategi pemasaran sebagai berikut :
"Marketing strategy is a target market and a related marketing mix" (Strategi pemasaran adalah pasar sasaran dan bauran pemasaran yang berhubungan). 

Dalam hal ini menurutnya terdapat dua bagian yang saling berhubungan :
1.      Pasar sasaran  : kelompok konsumen yang relatif sama yang ingin  diraih perusahaan
2.      Bauran pemasaran :  variabel-variabel yang terkontrol yang dilaksanakan oleh perusahaan untuk memuaskan kelompok sasaran. 

Inti pemasaran strategis modern terdiri atas tiga langkah pokok yaitu Segmentasi, Penentuan Pasar Sasaran dan Positioning. Ketiga langkah ini sering disebut STP (Segmenting, Targetting, Positioning). 
- Langkah pertama adalah segmentasi pasar, yakni mengidentifikasi dan membentuk kelompok pembeli yang terpisah-pisah yang membutuhkan produk dan / atau bauran pemasaran tersendiri. 
- Langkah kedua adalah penentuan pasar sasaran yaitu tindakan memilih satu atau lebih segmen pasar untuk dimasuki maupun dilayani. 
- Langkah ketiga adalah Positioning yaitu tindakan membangun dan mengkomunikasikan manfaat produk yang istimewa dari produk di dalam pasar.

- Copyright © 2013 Arc Omega - Powered by Blogger - Designed by Aziz Musyaffa -